APA ITU TURUN TANGAN?

Kenali Turun Tangan,dan Mari Bergabung bersama kami

Anies Baswedan

Relawan Turun Tangan

KARENA CALON PEMIMPIN PERLU DIUJI DAN DIADILI

Ayo hadiri beramai-ramai Mengadili Calon Walikota Medan Sabtu, 14 November 2015

RUMAH BACA GEMACITA

Yuk Berdonasi Demi Generasi Muda Indonesia

Ayo Dukung!!!!

Petisi untuk Ketua dan Wakil Ketua MKD DPR RI

Quotes

Pejuang Bukan? HADAPI!!!

Thursday, 9 July 2015

Kelas Ramadhan Yayasan Dian Bersinar Medan




Hari Sabtu Tanggal 4 Juli 2015 Turun Tangan Medan mengadakan KELAS RAMADHAN di Yayasan Dian Bersinar Jalan Gandhi No.112. Anak-anak mulai berkumpul pukul 12.00, kelas dibuka dengan shalat zuhur berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan materi "Makharijul Huruf atau tempat keluarnya huruf-huruf pada saat dilafalkan (bagaimana melafalkan huruf hijaiyah dengan baik dan benar)".  



Kelas kedua adalah kelas edukasi &motivasi,dikelas ini anak-anak menonton kartun muslim yang mengajarkan bagaimana tata cara berwudhu yang baik serta perintah wajib shalat 5 waktu dan sejarah tentang shalat tarawih. Setelah itu anak-anak menonton kisah nabi yang berjudul "Muhammad SAW dan Pengemis Buta",disini mereka diajarkan bersikap lemah lembut dan pemaaf seperti Rasulullah meskipun kepada orang yang tidak menyukai mereka. Setelah shalat ashar berjamaah kelas kreatifitas pun dimulai, kelas ini tidak lagi hanya diikuti oleh anak-anak muslim seperti kelas sebelumnya tetapi seluruh anak-anak Dian Bersinar dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. 



Kelas dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kecil yang mewarnai gambar-gambar dan kelompok besar yang menghias telur mainan menjadi bentuk-bentuk yang lucu. Pukul 17.30 Relawan Turun Tangan Medan memberikan Hadiah-hadiah kepada anak-anak yang aktif dikelas dan anak-anak yang memiliki kreatifitas yang Indah. Penilaian ini dilakukan sepanjang diadakannya Kelas Ramadhan. Sebelum masuk waktu berbuka puasa anak-anak mendengarkan tausiyah tentang "menjaga kerukunan antar umat beragama". Acara diakhiri dengan berbuka bersama seluruh anak-anak Dian Bersinar dan Relawan Turun Tangan Medan. 

Semoga acara ini menjadi ladang berkah untuk Turun Tangan Medan. Dan dengan selesainya acara ini dapat mempererat rasa persaudaran para relawan. Terima kasih kepada para pejuang atas partisipasi dan kontribusi hingga tersukseskannya acara ini. (Relawan Turun Tangan : Acme Admira Arafah )






Sunday, 28 June 2015

Pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan 1436 H Berjalan dengan Khidmat




Medan (Kampung Aur), 28 Juni 2015, Pesantren Kilat Ramadhan 1436 H (PKR) telah dibuka oleh Ketua Kenaziran Mesjid Jami’ Aur, meski jadwal yang ditentukan sedikit molor dari yang semestinya. Acara pembukaan yang dibawakan oleh Pak Icap (warga Kampung Aur) ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh salah seorang peserta PKR yang bernama Fadhila dan dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat.
                
Dalam tausyiahnya, Beliau sangat memberikan apresiasi terhadap kehadiran Turun Tangan Medan yang mau melaksanakan PKR di kampung aur yang terletak di pinggiran sungai deli Jalan Brigjen Katamso, Medan (Belakang Kantor Harian Waspada).



Turun Tangan Medan yang diwakili oleh Musthofa HSB menyampaikan dalam kata sambutannya bahwa PKR ini adalah kesempatan baik yang tidak boleh dilewatkan oleh Turun Tangan Medan untuk berbuat sekaligus beribadah di bulan yang penuh berkah ini. Begitu juga bagi para peserta PKR yang merupakan adik-adik warga kampung Aur agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar dengan para instruktur yang akan mengisi PKR nantinya selama 5 hari kedepan.

Pesantren Kilat Ramadhan yang mengangkat tema ‘Membangun Anak Negeri yang Berwawasan Luas dan Berakhlakul Karimah’ ini tidak seperti PKR pada biasanya yang hanya diisi dengan pengetahuan agama semata. PKR ini ditambah dengan pengetahuan umum yang ditujukan untuk meningkatkan jiwa Nasionalisme para peserta.

Tidak hanya relawan Turun Tangan Medan Muslim yang mengisi PKR ini, namun para relawan Turun Tangan Medan yang beragama Nasrani, Katholik dan lainnya juga ikut melibatkan diri guna mensukseskan acara ini.









Monday, 15 June 2015

Yok Belajar Menggambar Bareng Bang Dodi 'Digidoy'


Beberapa waktu yang lalu tanggal 13 Juni 2015, Turun Tangan Mengajar bersama dengan Dodi Pratama  Dari Digidoy mengajar anak-anak kelas 1-6 dari SD PAB-TI. Tema hari ini adalah menggambar sahabat terbaik mereka sendiri. Dodi memulai dengan mengajarkan menggambar kepala,mata,hidung,dan rambut. Anak-anak mengikuti Dodi dan mulai menggambar sahabat mereka dengan gambar-gambar yang lucu. Setelah itu mereka diminta menuliskan nama dan menceritakan sifat sahabatnya. 

Satu persatu dengan dibimbing dengan kakak-kakak dan abang-abang dari TTM maju kedepan. Banyak juga yang malu-malu untuk menceritakannya. Kegiatan ditutup dengan photo bersama, dan ternyata pada hari tersebut anak-anak PAB-TI mengambil rapot hasil belajar mereka. Semoga kegiatan hari tersebut membuka bakat-bakat mereka dan menjadi inspirasi mereka dalam menggambar. (Acme Admira Arafah-Relawan Turun Tangan)







Lagi, Turun Tangan Medan "Berulah"


Kampung Aur, Medan, 14 Juni 2015, Turun Tangan Medan bekerjasama dengan Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (TBM FK-UISU) melakukan kegiatan khitanan massal di Kampung Aur, Kec. Medan Maimun, Sumatera Utara (14/6), dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini juga dibantu masyarakat Kampung Aur, komunitas Laskar Bocah Sungai Deli (Labosude), Sanggar Perkasa, dan Komisi Perlindungan Anak (KOPA). Dalam kegiatan ini, 43 mahasiswa kedokteran diturunkan dan 35 anak turut dikhitan.
Shandy Mega, ketua TBM FK-UISU, menuturkan bahwa kegiatan ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat terutama di Kampung Aur. "Kegiatan ini diharapkan selain membantu masyarakat secara sosial, juga bisa mendekatkan diri masyarakat kepada nilai Islam, mengingat khitan adalah salah satu ajaran Rasul", ujarnya. Namun, kendala juga tak terlepas dari kegiatan ini. Shandy menuturkan, ada anak-anak yang tidak ikut dikhitan, sedangkan anak-anak yang sudah dikhitan mengalami sedikit gangguan. "Karena takut, ada juga anak-anak yang menolak untuk disunat, selain itu anak-anak yang sudah disunat mengalami perenggangan jahitan. Hal ini terjadi ketika anak-anak mengalami ereksi, sehingga banyak orangtua yang membawa anaknya kembali ke kami (TBM FK-UISU)". Namun, ia menambahkan, hal tersebut sudah biasa terjadi ketika anak-anak selesai dikhitan.
Sementara itu, anak-anak yang tidak dikhitan diajak tim Turun Tangan Medan melakukan  pengecatan dan penanaman tanaman dalam rangka program "Environmental Care Of Turun Tangan Medan" (ECO-TTM). Program yang sudah berjalan 3 bulan ini diharapkan mampu mengubah pola hidup masyarakat Kampung Aur terutama di bidang lingkungan.



"Kami bersama anak-anak menanam bibit, dan bibit yang kami tanam selain tanaman hias adalah tanaman yang bersifat konsumtif, seperti cabai, sawi, dan selada. Jadi ketika sudah tumbuh, masyarakat bisa memetik hasilnya sendiri", ujar Fahrul Rozi Siregar, ketua proyek.
Program ECO-TTM sudah banyak melakukan kegiatan di Kampung Aur, di antaranya senam pagi, sosialisasi, dan praktik cara cuci tangan yang baik dan benar. "Kedepannya kami akan menyumbang tong sampah bagi masyarakat Kampung Aur, agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai", ujar Rozi.
Turun Tangan adalah komunitas yang bergerak di bidang sosial dan politik yang digagas oleh Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejak Agustus 2013. Komunitas ini sudah muncul di beberapa kota, salah satunya kota Medan. Turun Tangan Medan lahir pada 12 Januari 2014 dan dikoordinasi oleh Kurnia Ramadhana. Turun Tangan Medan ikut terlibat dalam penggalangan dana untuk Daffa penderita Atresia Bilier dan Affandi penderita jantung bocor. Selain ECO-TTM, Turun Tangan Medan juga bergerak di bidang pendidikan, di antaranya "Turun Tangan Mengajar" dan "Kampung Antikorupsi". (Mhd.Tri Prayogo / Relawan Turun Tangan)

Wednesday, 14 January 2015

Surga di Telapak Kaki Ibu


     Dalam rangka memperingati hari ibu yang bertepatan pada tanggal 22 Desember, Turun Tangan Medan membuat sebuah video yang terinspirasi dari puisi seorang penyair terkemuka di Indonesia, Chairil Anwar yang berjudul "Ibu"

DISKUSI INTERNAL BERSAMA ANIES BASWEDAN

   

     Awal mula rencana, Turun Tangan Medan akan memeriahkan hari ulang tahun dengan mengundang beberapa orang berpengaruh atas terbentuknya Turun Tangan. Diantaranya Anies Baswedan selaku insiator gerakan nol rupiah ini. Namun dikarenakan berbagai kesibukan sebagai menteri pendidikan dasar dan menengah beliau tidak dapat hadir. Tapi keberuntungan berpihak ke Turun Tangan Medan. Anies Baswedan diundang sebagai pembicara di pelaksanaan seminar Menyongsong MEA 2015 yang diselenggarakan Harian Waspada Medan pada Sabtu, 10 Januari 2015. Mendengar kabar baik ini, para relawan langsung menyusun rencana pertemuan dengan sang inisiator dengan mengadakan diskusi internal mengenai laporan kerja Turun Tangan Medan selama setahun ini dan rencana kerja Turun Tangan Medan ke depannya.Sehari sebelum acara pada pukul 20.00 wib, pembina Turun Tangan Medan Dwi Endah Purwanti menerima kabar melalui asisten Anies Baswedan jika beliau akan bersedia menghadiri diskusi internal bersama Turun Tangan Medan setelah menghadiri acara seminar. Koordinator Turun Tangan Medan, Kurnia Ramadhana langsung menginstruksikan kepada seluruh relawan untuk berkumpul pada Sabtu, 10 Januari 2015 pukul 12.00 di restoran Laksamana Mengamuk di jalan STM Medan. Tepat pukul 12.00 seluruh relawan yang berjumlah 90 orang sudah berkumpul menanti hadirnya sang inisiator. Sembari menunggu hadirnya Anies Baswedan salah satu relawan Lorenza Sianturi mengajak para relawan untuk memberikan testimoni mengenai apa itu turun tangan. Satu persatu relawan maju memberikan argumennya apa itu Turun Tangan Medan. Salah satu relawan bernama Yoan Tanjung mengatakan “Turun Tangan itu Benci (benci melihat ketidak pedulian terhadap bangsa ini), Turun Tangan itu Cemburu (cemburu karena kesenjangan antar setiap lapisan masyarakat yang tidak bisa bersatu dalam mentebarkan virus kebaikan) dan Turun Tangan itu Frustasi (frustasi karena kebaikan saat ini dianggap hal yang tabu dan orang baik hanya dianggap mitos dalam dunia dongeng”.
   Testimoni demi testimoni yang relawan ungkapkan dan tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 15.00 wib. Anies Baswedan belum juga hadir. Ternyata beliau melakukan blusukan ke salah satu SMK yang ada di kota medan. Relawan terus menunggu berharap Anies Baswedan segera hadir dan punya waktu yang lama untuk berdiskusi dengan Turun Tangan Medan.Tepat pukul 16.00 wib. Anies Baswedan tiba di Restoran Laksamana Mengamuk. Tepuk tangan dan Sorak riuh para relawan mengantarkan Anies Baswedan ke ruangan diskusi. Anies langsung menyalami satu-persatu para relawan sembari mengatakan “Terima kasih ya!!”. Senyum sumeringah dan mata yang menyala langsung terlihat dari wajah para relawan. Setelah menyalami seluruh relawan Anies duduk dan mendengarkan salam pembuka oleh koordinator Turun Tangan Medan Kurnia Ramadhana, mem-flashback bagaimana terbentuknya Turun Tangan Medan dan kegiatan apa yang telah dilakukan selama setahun ini. Lalu Anies Baswedan memberikan wejangan kepada para relawan Turun Tangan Medan. Anies mengatakan “Yang kita fokuskan hanya pada menyelesaikan berbagai masalah. Jangan hiraukan orang-orang yang hanya mengeluh dan memerintah. Tapi kita juga jangan menjadi orang yang menyelesaikan masalah lalu bicara, anda tidak kerja ya? Anda tidak ikut menyelesaikan masalah ya? Biarlah mereka tersadar dengan melihat apa hasil yang telah kita capai. Bukan dari kata-kata yang sebenarnya akan merendahkan diri kita sendiri”. Begitu banyak wejangan yang Anies katakan, semua kata-katanya adalah kata-kata yang sederhana yang menjadi nasihat disepanjang perjalanan para relawan berjuang menyelesaikan berbagai masalah yang ada di indonesia.
    Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 17.15 wib. Anies sudah harus berada di bandara Kualanamu karena keberangkatannya menuju jakarta pada pukul 18.00 wib. Wajah murung tampak dari para relawan karena harus menyudahi diskusi ini. Juga tampak wajah yang sangat kecewa dari beberapa relawan yang sangat mengagumi sosok Anies Baswedan yang ingin foto bersama tapi karena katerbatasan waktu, mereka harus mengurungi niat. Tapi inti dari segalanya adalah Anies Baswedan berhasil mengubah skeptis orang banyak mengenai orang-orang yang mau melakukan sesuatu harus dibayar dulu, harus ada imbalan tertentu yang harus diterima. 42.963 relawan Turun Tangan yang ada di indonesia telah membuktikan. Mereka adalah pejuang nol rupiah yang tidak mau tinggal diam dan terus berkomitmen untuk turun tangan. Semangat terus!! Pejuang bukan?! HADAPI!!!  (Penulis : Sarah Nur Asyiah, Relawan Turun Tangan)